Loading...

GANTI DOMAIN MU !

Daftar Susu Yang Bebas Bakteri

Pemerintah setengah hati mengumumkan hasil pengujian susu berkasus saat ini! Mengapa tidak? Dari Judulnya saja sudah kelihatan. Kenapa tidak langsung aja ganti judul dengan main tunjuk hidung "DAFTAR SUSU YANG BERBAKTERI" itulah seharusnya judul yang tepat dan tegas untuk dipahami masyarakat awam Indonesia. Jangan biarkan masyarakat berada dalam kecemasan akibat ketidaktegasan pemerintah saat ini!  

VIVAnews -- Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengumumkan hasil penelitian ulang terhadap susu formula -- untuk bayi 0-6 bulan -- yang beredar di Indonesia pada tahun 2011. Hasilnya: tak ada susu yang tercemar bakteri E.sakazakii. Kepala Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Litbangkes), Trihono mengatakan, ada 47 sample susu formula dar1 18 merk yang diteliti. Semua dinyatakan negatif dari bakteri. Berikut susu yang dinyatakan aman dari bakteri: 1. ALL 110 2. Anmum Infacare 3. Bebelac 1 4. Enfamil 5. Enfamil A+ 6. Enfamil A+HA 7. Enfamil A+ O-Lac 8. Enfamil A+ PF 9. Frisian Flag Tahap 1 10. Isomil Advance 11. Lactogen 1 Klasik 12. Lactogen Gold 1 13. LACTONA 1 14. Morinaga BMT 15. Morinaga BMT Platinum 1 16. Morinaga NL-33 17. NAN 18. NAN 1 19. NAN-1 20. NEOCATE 21. Neosure 22. Nutricia Bebelac 23. Nutricia Nutrilon 24. Nutrilon 25. Nutrilon Hypo Allergic 26. Nutrion Less Lactose 27. NUtrilon Pepti Junior, 28. Nutrilon Premature 29. Nutrilon Royal 30. Nutrilon Royal 1 31. Nutrilon Soya 32. pre NAN, 33. Progestimil 34. Prosobee 35. S-26 36. S-26 Gold 37. S-26 PDF Gold 38. SGM 1- PRESINUTRI 30. SGM BBLR 40. SGM BBLR 0-6 bulan 41. SGM LLM 42. Similac Advance 43. Susu Bimbi 1 44. Vitalac BL 45. Vitalac Step 1 46. ENFAMIL 47. EnfamilA+ 

UserGate Proxy & Firewall: Security and ControlSementara itu, Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih berpesan untuk para ibu, agar sebisa mungkin memberikan air susu ibu (ASI) pada buah hatinya, kecuali bila tak dimungkinkan. "Pilih kemasan jangan yang penyok, kalau karton jangan yang sobek. Perhatikan pula kebersihan orang yang menyiapkannya. Botol direbus atau disterilkan kalau mau dipakai," kata Menkes. Ditambahkan dia, pastikan mencairkan susu dengan air mendidih. "Tapi tunggu 10 menit, jangan panas-panas diberikan pada bayi. Susu di botol yang tak habis dibuang." Menkes menjelaskan, pengumuman ini adalah untuk menjawab permintaan anggota Komisi IX DPR RI dalam rapat kerja 17 Februari 2011. "Kami diminta untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung. Karena berbagai hal, putusan tak bisa kami laksanakan," kata Menkes dalam konferensi pers, Jumat 8 Juli 2011. Susu yang mengandung bakteri E.Sakazakii ini diketahui publik dari penelitian seorang dosen di Insititut Pertanaian Bogor. ( Kisah penelitian sang dosen, bisa dibaca di sini). Bakteri Sakazakii itu memang berbahaya bagi kesehatan bayi. Lantaran berbahaya itulah David Tobing, seorang pengacara mengugat Menteri Kesehatan dan IPB yang tidak kunjung mengumumkan susu yang mengandung sakazakii itu. Meski menang hingga Mahkamah Agung, pemerintah enggan mengumumkan nama-nama susu itu. Belakangan DPR memaksa pemerintah melansir daftar nama-nama susu itu. Desakan itu yang direspon Menteri Kesehatan hari ini. (eh) Laporan: Luqman Ramadi

Berita Terkait

No comments:

Post a Comment